Byul_byul: Mdn ?maksudnya Medan atau Madiun?
May_airinn: Medan
Byul_byul: Horas bah !!
May_airinn: Sory aq bukan orang batak
Byul_byul: Loh?? Bukannya salam dari Medan Horas ???
May_airinn: Ga, itu salam khas batak
Byul_byul: Maksudnya????
******
Percakapan sejenis seringkali (almost all the time) terjadi saat aq mengucapkan Medan sebagai my location. Capee dee. Mungkin ini udah jadi pandangan umum kebanyakan masyarakat Indonesia tentang Medan, kalau Medan itu identik dengan Batak. Padahal anggapan itu kurang tepat.
Medan, ibukota Sumatera Utara berdasar sejarah didiami oleh suku Melayu (dikenal sebagai Melayu Deli) saat ini adalah kota heterogen, kompleks dan majemuk. Sementara Batak sendiri sebenarnya sebuah sebutan yang diperkenalkan oleh peneliti dari Eropa (bukan muncul dari masyarakat batak itu sendiri) yang mengacu pada suku-suku yang mendiami sebelah utara Sumatera Utara. Sooo.. Medan bukan Batak !!
Ada banyak suku asli yang mendiami Sumatera Utara, Melayu yang mendiami daerah pesisir Sumatera, Batak (berdasarkan filolog Yusrah terdiri atas: Toba, Simalungun, Karo, Dairi) yang mendiami bagian pegunungan sebelah utara Sumatera dan Mandailing (mencakup Tapanuli Tengah dan Selatan) mendiami bagian selatan Sumatera. Ditambah lagi perbauran etnis lain seperti: Arab, China, Tamil dan juga suku lain di Nusantara seperti Jawa, Padang, Aceh, dll ikut nimbrung, campur aduk di sebuah tempat yang bernama Medan. Jadi alangkah ga adilnya, kalau menghomogenkan Medan menjadi satu identitas bernama batak.
Jangan salah persepsi aq bukan anti dengan suku Batak (keluarga besar kami sendiri merepresentasikan keadaan Medan, campur baur segala suku termasuk Batak) cuma kadang jengkel aja dengan pandangan masyarakat Indonesia tentang Medan= Batak itu. Terutama dengan logat Batak yang disosialisasikan di televisi. Wuihh, bikin telinga gatal. U know what? Kalau liat adegan itu kami cuma bisa mesem-mesem, kenyataannya disini (Medan) orang yang ngomong dengan logat sok kebatak-batakan itu adalah orang yang baru datang dari kampung. Logat Medan yang sebenarnya itu campuran antara Melayu pesisir, Batak, Jawa dan Chinese, hasilnya??An example :
Macam mana pulak jadinya ni? Ya udahlah dame aja lah kita, lagipula bukannya parah kali. Oke kawan.. (Jadi gimana ini? Ya sudah kita berdamai saja, kejadiannya kan tidak terlalu parah. Oke kawan).
Ah, tak mau aku, enak-enak kau aja, gak kau tengok ni,rusak keretaku kau bikin. Gak mau tau aku, kau ganti tu ( Ah, aku ga mau, enak aja, lihat motorku rusak gara-gara kau. Aku ga mau tahu, ganti rugi).
Kedengarannya kasar?? Yah mungkin saja. Tapi itulah Medan, blak-blakan dan to the point. Walau sebenarnya ini adalah dialog yang hanya umum didapati di pasar-pasar terdekat. wkakak (dipaksain).
Well, aq ga bahas ini secara mendalam karena aku ga punya kapasitas untuk itu takutnya malah jadi bias. Aq cuma berharap Medan dikenal dengan Medan yang heterogen dan bukan Medan yang batak. Jadi kalau ada kejadian serupa seperti diatas, pertanyaannya akan menjadi :
Byul_byul: Mdn ?maksudnya Medan atau Madiun?
May_airinn: Medan
Byul_byul: Asli Medan?suku apa?
May_airinn: Yup, Melayu
Byul_byul: Oo
Kebenaran parsial (kebenaran yang tak utuh) jauh lebih berbahaya dari kesalahan total. Samuel P Huntington, sosiolog


Juli 21, 2007 at 2:27 pm
Lha aq punya temen asli medan, tapi justru logatnya Jogja halus, May.
Gimana neh…?
Juli 23, 2007 at 1:55 am
satu lagi yg rencananya akan berbaur ke medan…ialah L.o.m.b.o.k!! piye may? setuju ga?
Juli 23, 2007 at 6:22 am
2: mas liliks
4 that case, disarankan agar teman mas liliks mengambil kursus singkat dialek medan. Cuma Rp.99999
2: terune
Hmm, sepertinya akan bertambah lagi satu lagi nama t4 setelah tanah jawa, kampung keling, asia, next is kampung lombok. wkakaakaka.
Acc aja
Juli 23, 2007 at 6:25 am
Iya biar tambah gado2, trus May ga ada niatan pindah t4 ke kampung lombok?
Juli 23, 2007 at 6:35 am
horasssssss……..
*ga tau kudu salam gimana kalo ketemu orang medan*
emangnya kalo melayu, salam nya gimana, may??
regards,
Juli 23, 2007 at 6:45 am
2: terune
bole siy,asal ada perjanjian hitam diatas putih, kalau may yang jadi ketua KPUD nya. wkakakakaka
2: ricki
salam melayu yang baik dan benar itu menurutku salam, lengkapnya: Asalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Juli 23, 2007 at 7:07 am
Halo, salam kenal buat May. Nice blog.
*saya orang jawa tapi sekarang tinggal di medan, sejauh ini siy oke, kecuali udaranya yang panas itu*
Tukeran link yah
Agustus 4, 2007 at 2:24 am
perasaan senasib euy! sy juga batak tapi jadi korban stereotif kaak gitu
Agustus 6, 2007 at 7:21 am
2: dyna
lam kenal 2 mba
2: uwiuw
wellcome to the club
Oktober 21, 2007 at 4:32 pm
Kita semua adalah bangsa Indonesia dan tidak perlu kita bicarakan tentang suku ini dan suku itu.,semua sama bangsa Indonesia.
Oktober 22, 2007 at 10:18 am
cuplikan yang menarik.
Oktober 23, 2007 at 6:41 am
2 : sabrina
*
setuju !! akurrr
*macam-macam kenal aku ma eda
2: irdix
sepertinya juga gt
*manggut2*
Nopember 9, 2007 at 11:01 am
hahahahaha…

sama mbak…
sering bgt dt dpt chatting kyk gitu..
srg ‘bete’ & speechless..
capek sih mo ngejelasin-a..
*pdhl dt cm lahir & skrg tinggal di Medan..
Nopember 9, 2007 at 11:03 am
oya, kelupaan..
minta izin nge-link yah mbak??!
*boleh ya?! bolehin yah..
Nopember 9, 2007 at 11:17 am
2: deet
silaken..silaken
*senang x pun*
Nopember 9, 2007 at 11:34 am
yup..
udah dt tmbh link-a di my blogroll..
slg kunjung mengunjungi yah mbak..
*kedip2
Nopember 10, 2007 at 12:25 pm
lah, jawa kan bukan berarti jawa.
Nopember 17, 2007 at 10:36 am
denger lagu anak medan aza dech…..
Nopember 19, 2007 at 1:11 pm
ha ha … aku juga sering ngalami ini, pemahaman dari orang yang gak pernah tahu ttg medan dan gak ngerti betapa heterogennya penduduk kota medan, kita bukannya gak suka dengan orang batak, tapi kepana pandangan orang dari luar hanya budaya batak yang ada dimedan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan batak sudahlah mewakili medan, so what???? padahal aku orang batak lho!!! he he…
o ya gabung donk anak2 medan di Komunitas Blogger Medan di
ohmedan.blogspot.com
BTW boleh kan kukutip di blogku ya???/
Thanks…
Nopember 21, 2007 at 10:29 am
2: deet
saya juga baru tambahin di halaman PR..end kuh…
2: danalingga
bener… tapi kalau suatu stigma menjadi “seolah-olah” memarjinalkan yang lain, itu yang perlu diluruskan
bukan begitu Om dana???
2: raul
lagu anak medan??
sayah suka ituh
2: XOCU
silahkan kalo mo di copas.. asal dicantumkan asalnya
saya sudah dateng kesana… lah koq isinya mlah blogger batam
ato saya salah t4 yaa??
Januari 15, 2008 at 12:47 am
Yap… aku dari dulu kesal kalo dibilang medan itu batak, hilang deh Melayunya.
Mungkin karena orang batak kalau merantau malu bilang asalnya dari Siborong-borong, jadi bilang aja dari Medan…
Januari 15, 2008 at 2:45 am
Eeh.. maaf nyelonong ajo!
Assalamu’alaikum, makcik….
Tengok-tengok la blog anak kampung ni !
Kasi saran dan bimbingan… (tapi gratis yo?!)
Simpang Kitakita/Simpang Galon
Access Road Inalum - Kuala Tanjung
Januari 19, 2008 at 10:56 am
setuju bos, medan adalah kota no 2 setelah jakarta dengan tingkat heteroge masyarakatnya. Aq asli medan tapi wong jawa getooo. Kadang orang bingung aq dari medan kok bisa ngomong jawa he he he
Januari 20, 2008 at 10:45 am
Dan Medan pun bukan melayu non
Januari 20, 2008 at 10:47 am
kalo kau pernah lihat patung guru Patimpus yg bercokol di pusat kota, itulah yg mendirikan kota medan, yg terjadi kemudian, orang Toba dan Karo mengklaim guru Patimpus adalah leluhur masing-masing, well…apapun itu, yg pasti Medan bukan melayu, melayu tuh malingsia!!
Januari 20, 2008 at 7:04 pm
bahasa batak itu beda dengan bahasa melayu.loga bisa sama,tapi bahasa batak itu banyak jenis ya,sperti bhasa batak toba,simalungun,karo,mandailing,jadi saya tidak setuju kalau bhasa batak di samakan dengan bahasa melayu.anda mau bertangung jawab kalau bahasa btak itu sama dengan bhasa melayu?
Januari 31, 2008 at 10:48 pm
jadi cerinya ni melecehkan batak???????????
woi aq batak y aq g terima pa maksud kau ini
kau mau cari mati?????????????
Februari 17, 2008 at 2:06 pm
Ada yang salah ya neng, itu artinya Batak tu DInamis, ambil posotifnya aja. Tentang semangat, tentang semua dapat dikerjakan asal ada kemauan. Nah kalau yang negatifnya tinggalin aja. Ada satu lagi, tentang kemauan memperoleh pendidikan, bayangkan kalau semua seuku bangsa kita bisa begitu, he he he.. (Hancur kalee). Oh ya maaf ya kalau nda suka komentarnya. Yang pasti kita harus maju, demi bangsa kita, Budaya hanyalah jati diri kita, so Keep high spirit guy.
Maret 7, 2008 at 2:30 pm
medan identik dgn batak ,, mgkn karena pada kenyataannya di medan itu org batak’nya yg lebih maju..
mau… ga mau semua harus mengakui’nya ..
di propinsi mana pun, dari sabang ampe merauke,, pasti di jumpai,, org2 batak yg berhasil ..
so,,, tolong saling menghargai dong…
semua suku punya kekurangan dan kelebihan..
jadi TOLONG jgn saling memburuk2′an ..
dimana lg arti ” BHINEKA TUNGGAL IKA ” nya kita ??
tQ
Mei 3, 2008 at 1:06 pm
terkadang medan memang identik dengan batak…walaupun yang ada di sana itu ada pula orang melayu…bah!!! susah juga ya…salam kenal
Mei 4, 2008 at 10:43 pm
Medan identik dengan Batak?
ini bukan salah sapa2
ini dikarenakan Orang Batak lebih banyak merantau ketimbang orang Melayu Medan, sehingga orang Indonesia taunya ya Medan itu Batak, bukannya malu bilang dari siborong-borong atau porsea bung batubaranews, kalo pulang kamppung naik kapal atau pesawat ya pasti bilangnya naik kapal ato pesawat ke medan, jadi identiklah Medan dengan Batak, buat orang Melayu medan sering2lah merantau kawan sehingga kampanyekan Medan itu Melayu.
Mei 8, 2008 at 5:46 pm
Medan identik dengan batak????? So what??
Jakarta juga identik dengan betawinya…pdhl kita smua tau btp heterogen nya penduduk jkt sono…!!!
Jadikan aja slogan itu sbg trade mark yg buat medan jd kota yg menarik!!
“BATAK” g punya arti yg negatif kn?? Jd knp hrs sewot siiiihhhhhh?????
Mei 15, 2008 at 9:41 am
Kebenaran parsial (kebenaran yang tak utuh) jauh lebih berbahaya dari kesalahan total. Samuel P Huntington, sosiolog.
Tapi AS mengikuti paham ini dan mencetuskan sesuatu yang di sebut Islamofasisme. Hah??