Kemaren ketika blogwalking singgah ke blognya teh jurig dan mendapati sub judul: Kemerdekaan Indonesia hadiah dari Amerika. Well, that is interesting topic, I think. Bukan karena aq percaya pernyataan itu benar adanya. Tapi karena sebaris kalimat itu memiliki banyak celah pemahaman yang berbeda. Kontroversi, rekonstruksi sejarah, mempertanyakan kembali kejelasan peran founding fathers dan para pahlawan kita yang telah menukar nyawanya dengan harapan akan kemerdekaan, bahkan mempertanyakan eksis kah sebuah negara yang bernama Indonesia sebagai negara yang penuh berdaulat dan bukannya negara boneka.
Bagiku, kalimat Kemerdekaan Indonesia didapat dari bantuan Amerika, lebih tepat untuk menggambarkan proporsi yang ada. Konteks yang didapat jadi berbeda. Kalimat pertama mengesankan seolah-olah peran para pejuang adalah tidak signifikan, sedang kalimat kedua (menurutku) inferior dan kehijauan para founding fathers dalam bermain catur politik di kancah Internasional (ini lebih masuk akal).
Nasionalisme dan patriotisme kita terkungkung oleh sikap inferior yang ditanamkan lekat dari generasi ke generasi sebagai implikasi serius dan mendarah daging dari sebuah penjajahan. Penjajahan tidak hanya menjajah kebebasan tapi juga menghancurkan kepercayaan diri sebagai bangsa. Ratusan tahun kita diposisikan sebagai ambteenar (pegawai) kelas pekerja, kuli, buruh seolah-olah itulah takdir kita. Seorang ambteenar tidak akan pernah menjadi pemimpin, dy hanya mengikuti perintah dan menggantungkan hidupnya atas telunjuk sakti majikannya. Seorang ambteenar yang tidak menyadari atau lebih buruk lagi tidak mengakui kemampuannya sebagai leader.
Fakta-fakta yang mencengangkan sebenarnya ada didepan mata kita kalau bangsa ini bukanlah bangsa yang bodoh atau terbelakang. Indonesia langganan juara untuk olimpiade Internasional di bidang sains, juga riset-riset canggih yang digarap dari otak putra bangsa. Bidang kesenian dan kebudayaan juga kita tak kalah hebatnya,dan masih banyak bidang lain yang potensial membuat Indonesia unggul. Bahkan budayawan emha Ainun Nadjib menyebut, Indonesialah Kapten Kesebelasan Dunia. Tidak banyak bangsa lain didunia yang memiliki kemampuan yang dianugrahkan kepada bangsa ini. Tapi sayangnya bangsa ini punya mental kelas dua. Kelas pertama adalah manusia hebat dan tahu dia hebat, kelas kedua adalah manusia hebat tapi tak tahu kalau dia hebat. Kelas ketiga adalah manusia tidak hebat tapi tahu dia tak hebat dan yang terakhir adalah manusia tak hebat tapi tak tahu kalau dia tak hebat.
Sudah mengecilkan dirinya sendiri dengan sikap inferior yang menganggap orang luar selalu lebih hebat, takzim akan kemampuan mereka, menyerah kalah berhadapan dengan mereka, diperparah dengan pandangan dunia bahwa Indonesia adalah kelas keempat. Maka semakin bingunglah kita, saat satu persatu putra terbaik bangsa dipilih, dibiayai untuk kemudian dipanen kemampuan dan pemikirannya di negeri orang.
Sebuah analogi yang membuat kecut : Einstein yang diperdaya illusionist
Padahal aq lebih berharap kita adalah Jason Bourne yang berhasil menyelesaikan chapter one nya The Bourne Identity kemudian melaju ke The Bourne Supremacy dan mencapai The Bourne Ultimatum (jadi ga nyambung gini).
Weuww, panjang juga postingan kali ini. Wess lah, ntar malah komentnya malah, panjang pendeknya.
Selesai.
-
1
Pingback on Sep 2nd, 2007 at 10:09 pm
[...] - Mas Munggur :: Merdeka Bicara - Bang Erander :: Karena Gue Cinta Indonesia - Mas Novri :: Kemerdekaan dalam Inferior = Kemerdekaan Invalid - Ordinaryone :: Again, August Moment - Jejak Pena :: Malu Aku Jadi - macanang :: Dirgahayu [...]


Agustus 15, 2007 at 1:53 pm
absen dulu….bacanya nanti habis mandi.
Agustus 15, 2007 at 4:19 pm
Mau ngoment panjang banget postingannya, malah udah keduluan yang punya blog.
BTW yang setuju pendapat may angkat tangaaannnn!
-aku udah angkat tangan May.
@regsa mesti koment lagi, tapi jangan koment “emange yang setuju ama May mau di bedil Mas…?”
Agustus 15, 2007 at 5:31 pm
sampai untuk menjaga kelansungan bangsa ini pun masih tetep dapat bantuan dari amerika….
btw.. kata ‘bantuan’ kok jadi terasa tulus bener ya.. padahal bantuan yang diberikan ga pernah tulus selalu ada aja kepentingan ‘Tuan’ terhadap budaknya!!!
*kok bau aneh ya.. hmm ada yang angkat tangan rupanya*
kaburrr
Agustus 16, 2007 at 3:12 am
kemerdekaan…sudah ”merdeka”kah ?
Aku tetep percaya pengambil alihan kekuasan dulu, buah hasil kerja keras para pejuang dan juga para veteran yg sekarang malah tersia-siakan .
Orang kita kalo sudah pandai digunakan untuk membodoh-bodohi orang , warisan generasi terdahulu juga mungkin?
Kalo aku lebih berharap ada TERSANJUNG 4 setelah TERSANJUNG 3 . wakakaka
2 almas N liekmas
ternyata sampeyan semua udah disini….belum diusir ???? wakakaka
Agustus 16, 2007 at 4:08 am
Tersanjung la sinetron to? trus apa hubungannya sama bedil-bedilan tuh?
*regsa tetangga may yg paleng jelek se wp*
wakkakakak
Agustus 16, 2007 at 6:42 am
2: regsa (tetanggaku yang paling jelek seWP -kata almas)
Bener reg kita lum merdeka. Dan bener ada andil warisan nenek moyang disana.
Wah, tersanjung..ck..ck.. ternyata regsa casing kebapakan dalemnya keibuan
2: mas liliks
dihitung 1 suara ya mas. Sah..sah???
2: almas
Ga da yang tulus dari bantuan dalam konteks diatas. Tapi udah terlanjur kan?? Pertanyaannya sekarang gimana keluar dari labirin mereka?
Agustus 16, 2007 at 1:07 pm
2 ..almas : laaa malah hapal judul sinetron no ?
paling jelek tapi paling disayang……
*melenggang pergi acungkan dua jari keatas*
Agustus 16, 2007 at 1:21 pm
::may
caranya…?? *idealis mode on*
belajarlah dari sejarah [kok kaya sukarno ya] tapi bener kok sejarah sudah memberi pelajaran sekaligus contoh paleng nyata tapi kita tetep kembali mengikuti hal tersebut…
- Soeharto ngutang.. skr kita tetep utang
- Kemaren sentralisasi, skr desentralisasi ngaco [malah membuat sentralisasi kecil2 yang banyak sekali]
- kemaren tujuan pendidikan untuk menambal buruh…. skarang masih jga tetep.
dll.. yg masih banyak sekali may deretan panjangnya…
::regsa
halah kok pd..
*regsa nunjuk keatas kaya antena dari mandra*
hahahhahahah
Agustus 16, 2007 at 1:53 pm
sejarah pas aku smp..berbeda…sejarah pas sma berbeda…bingung.
jadi belajarlah untuk tidak mengulangi kebodohan..@bingung tho aku aja yg komen bngung*
# almas….kacian punyamu biasanya nunjuk kemana….wkiiiiii
Agustus 18, 2007 at 12:28 pm
2: almas
Untuk memulai langkah baru yang ga terdesak oleh tekanan kesalahan lama (dengan) keadaan sekarang sepeertinya ga memungkinkan.
Tebas 2 generasi (yang penuh kebobrokan KKN dan etc..etc lah), mungkin sedikit membantu
*radikal banget aq ngomonge yaa*
2: regsa
bener tuh sejarah di SD, SMP SMA beda2,
beruntung semua guru sejarah ku baek jadi walau ga ngeh tetep dikasih nilai 8.
*komentar regsa tuk almas… bisa ga siy di blog masing2, ga enak aq*