Begitu banyak kata telah kusajikan dalam piringmu. Maaf, penampilannya tak menggugah selera bahkan (mungkin) juga rasanya.
Aku sedang mencoba resep baru, percobaan tanpa metodologi yang valid (jangan artikan ini secara ilmiah). Kedengarannya asyik, jadi kucoba.
Tapi masalahnya aku awam dalam membeda, mana makna mana jelaga, mana ada mana hampa (sepertinya ini percobaan yang sia-sia).
Ah sudahlah, setidaknya aku tahu ternyata pada satu titik sublim, kata-kata tak mampu membahasakan makna. Diam malah lebih arif membacanya. Kedewasaan yang terfragmentasi lewat gurauan dan penyesalan. Sial, kenapa jadi retorik begini??!!
-
1
Ping balik on Agu 30th, 2007 at 4:18 pm
[...] selalu berbohong dengan anak kecil yang begitu mengharapkan kehadiran bapaknya yang sudah tiada? Seperti apa yang dibilang adekku(Huuzzzz) tentang pertanyaan retoris. Berat memang untuk berkata jujur saat ini. Sebut saja [...]


Agustus 30, 2007 at 7:44 am
kapling pertamaX di ibu PKK
Agustus 30, 2007 at 7:45 am
May….. kata-ktamu kok… hmmmmm….
thanks aja deh non…
ga tau mo comment apa ..
Agustus 30, 2007 at 8:48 am
percayalah tak ada percobaan yang sia-sia, “setidaknya aku tahu..” Kita tak pernah tau hasilnya jika tak pernah ada percobaan, hasil akhir memang menjadi tujuan utama tapi yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana kita bangkit ketika menemui kegagalan, semakin banyak kita mencoba maka semakin banyak refeerensi bagi kita utk menuju final result yang jauh lebih baik…
)
(kok ikut jadi retoris gini ya..
Agustus 30, 2007 at 9:33 am
Walaupun percobaan terasa sia-sia tetap terasa ada maknanya…! (jadi tambah bingung)
Agustus 30, 2007 at 10:11 am
2: alma
ga pa pa, alma mo singgah kesini ja udah cukup
ngeberantakinmerame2in koq2: sayur
jangan ikut2 nambahin mumet pala dunk
2: onga fetro
sama dunk
Agustus 30, 2007 at 1:17 pm
Bahhh walo kaw bilang mncoba resep baru.. yg namanya mie instan, gampang aja cara masaknya..buka bungkusnya terus masukin bumbunya . itu saja …Kaw ini ada2 saja..
Ada pulak kata jelaga disitu, kaw masih pake lampu minyak rupanya…masih mati2 listrik dikota kaw..?
Kaw juga kenal Arif rupanya..kaw bilang nanti kalo ketemu salam dari aku..
——————————————————–
Agustus 30, 2007 at 1:21 pm
2 almas…
udah mandi ?
Agustus 30, 2007 at 1:41 pm
Terkadang dengan sesuatu yang retorik di situlah ditemukan jawaban May.
Terkadang juga pertanyaan-pertanyaan yang kita lontarkan akan kita temukan sendiri jawabannya.
Malah bingung dw aku May.
2:almas
Always pertamaxxx ya. salut dach
2:regsa
“yg namanya mie instan, gampang aja cara masaknya..buka bungkusnya terus masukin bumbunya”
trus kapan mie nya di masukin mas…?
Agustus 30, 2007 at 4:53 pm
2:May
bukan apa-apa may… cuman… hmmmmm susah dijelaskan dengan kata-kata dah…
2:regsa

ngapain tanyak2 pulak kaw!! bah!!
*yg jelas udah ganteng walo
jombloKSP2:Liexs
kayaknya sayah lama2 buka pertaminax deh….
Agustus 30, 2007 at 11:39 pm
Mentang2 bagian ngurus konsumsi
Dalam jelaga pun terkandung makna, jadi untuk apa kita membeda?
Agustus 31, 2007 at 9:36 am
2: regsa
sodara regsa… ini saya tuliskan resep buat sodara. Bisa ditebus di apotek sebelah, saran saya.. kurangi lah berpikir yang aneh-aneh. Ini demi kesehatan kejiwaan sodara sendiri
wkakakaakaka
2: mas liks
ya, mas.. ternyata kadang kala jawaban itu begitu dekatnya dengan pertanyaan yang kita lontarkan.
Jangan pake mode binun donk mas, cukup aq ja
*mas liks pertanyaan mas bwt regsa….. wkakakakakakakaa -ngakak guling-guling*
2: deking
jadi malu…
untuk apa kita membeda??
pertanyaan mendasar mas, karena manusia didesain untuk mempelajari dan memahami sesuatu, dari sanalah kecerdasan manusia berkembang setahap demi setahap (aq ngomong opo iki), pokoke gt lah (sok pinter bgt ya). kekekeke
Agustus 31, 2007 at 3:59 pm
Kata kata memang punya keterbatasan
Hanya mampu menyampaikan tetesan dari makna.
September 1, 2007 at 10:12 am
Tantangan buat Almas…..!
Ntar malem siapa duluan yang pertamaxxxx….
target blog:regsa,may,deking,sayurs,danalingga.
September 7, 2007 at 6:07 am
hmm…. metode yang tanpa metode ?
sajian kata-kata.