Pertanyakan lagi

“Lihat daun yang aneh!”

“Ya”

“Beneran, daun ini aneh, lihat…”

“Iya aneh”

“Kau bahkan tak melirik, bagaimana kau tahu ini daun yang aneh”

“Karena kau bilang itu aneh”

“Jadi kau percaya begitu saja, tak berniat untuk memastikannya?”

“Aku percaya”

“Gitu aja???”

********************

Dalam banyak hal kita seringkali menyerahkan kepercayaan akan sesuatu yang kita pandang sebagai kebenaran dengan sesembrono itu.

Mungkin kita perlu duduk dan membuat daftarnya lalu mungkin kita akan terkejut dengan panjangnya “kebenaran-kebenaran” yang kita terima begitu saja, seolah-olah hakikat disajikan diatas tatakan.

Seperti juga halnya postingan ini, ini mungkin hanya tulisan sampah yang dibungkus permainan kata sehingga seolah bermakna, atau ini hanya justifikasi dari absurdnya pikiranku, atau sekedar tulisan ga jelas seperti kebanyakan tulisanku yang lain.

 

Inilah refleksi akhir tahun seorang aku

:)


  1. sayur asem

    dan itu sekaligus menunjukkan tiadanya penghargaan pada orang lain. tanpa bermaksud feodal, bahkan respon pun perlu etika.
    **************
    inipun sekedar komen seperti komenku terdahulu..

  2. Praditya

    Maksudnya refkesi diri disini gmana mbak?

    Saya percaya kok sama kamu…
    Halah…
    *dibakar massa*

    :P

  3. Kurt

    kita akan terkejut dengan panjangnya “kebenaran-kebenaran” yang kita terima begitu saja.

    kebenaran begitu banyak? atau jalan kebenaran yang begitu banyak.

    Kira2 apa yah kaitane dengan ilmul yakin, hakkul yakin dan ainul yakin… :)

    biar bermutu komentku mohon ditanggapi heheh :)
    *ditendang dan terpental ke tahun baru*

  4. ordinary

    2: sayur sangit
    :)
    tadinya aku ga point ke situ, tapi ternyata terlalu besar celah yang terpajang ya yur.
    thanks

    2: praditya
    ya refleksi diri ala ordinary
    ada banyak list yang harus dikaji ulang, di pertanyakan dan di perbaiki
    wish i can do it

    2: P kurt
    yang manapun pilihan yang dipilih, cahayaNya ada dalam kebenaran, mengenai caranya, menurut saya mungkin itu sebabnya manusia diberi alat untuk memilih (dengan hati, dengan akal, dengan wahdatul wujudnya akal dan hati atau….)
    umm.. mengenai kaitan nya dengan ketiganya itu…
    akal selalu punya cara untuk meconnect kan juga mendisconnect kannya kan pak ;)

    *udah jelas pasti komentku ra mutu*
    hayah

    gini ni kalau di tatar ma senior

  5. regsa

    emang ini akhir taun ya ?? mosok sih..

    kebenaran-kebenaran dan keanehan-keanehan daun juga berubah ubah saat ini, esok dan cara pandang…

    #yur
    dah keliatan cah pinter belon komenku ?

  6. suandana

    kebenaran itu relatif… jadi, kebenaran yang dipahami oleh seseorang, tidak dapat dipaksakan pada orang lain… :)

  7. deethalsya

    hhmm, kadang dt jg kyk gitu…
    that’s a bad habit??
    mesti diubah yah mbak?????????
    *mikir*

  8. sayur asem

    #regsa : pinter… wis ra umum.. *timbang kepaidon*

  9. SiMunGiL

    mwah mwah…
    semoga yang terbaik selalu ada untukmu di tahun baru ini!

  10. ordinary

    2: regsa
    wuih.. regsa tumben pake mode normal :lol:
    komentnya keren loh.. suer tekewer-kewer

    2: suandana
    bener… kerelatifan muncul karena kompleksnya akal dalam mencerna. But i do believe, kebenaran absolut itu ada
    :)

    2: deet
    ;) itu tujuan dari evaluasi kan deet

    2; sayur sangit
    no koment

    2: mei
    amiiin

  11. verlita

    aku percaya padamu, mbak…
    pokoknya met tahun baru… :)

  12. qzink666

    Saat pertama ledakan besar di lubang kosmos, saya yakin kebenaran merupakan kutukan pertama yang harus di terima manusia..
    Jadi meskipun seolah-olah absolut, tetap saja kebenaran itu pada dasarnya sesuatu yang relatif.. :mrgreen:
    *sengaja komen njlimet dan muter2 biar kesannya kayak komen bermutu*

  13. goop

    Ada kata-kata aneh ya??
    :lol:

  14. regsa

    sudah minum jamu jadi normal lagi..
    *tes..tes..tes*

  15. stey

    hiya..sering ngrasa percayA akan segala hal,dan saya emang terlalu gampang percaYA sama orang lain..

  16. stey

    lupa..HEPI NEW YEAR!!God bless!!

  17. ordinary

    2: verlita
    :) tengkyu epi niu yier 4 u 2

    2: qzink666
    *mumet baca komentnya* :lol:
    bahasanya terlalu tinggi zink, tapi aku kurang setuju kebenaran adalah kutukan, menurutku kebenaranlah penuntun
    hayah.. ngomong po ki (bis.. ndak ngeh ma komentmu zink) wkkekekeke

    2: om goop
    aneh kan om ;) :lol: :lol: :lol:

    2: regsa
    jamu opo ger? jamu kuat opo jamu galian singset???
    :lol:

    2: stey
    mari sama2 buat listnya ya stey :lol:
    pasti lebih dari 1 buku ituh
    epi niu yier 4 u 2 :)

  18. nirwan

    ok aq komen di sini dulu.

    “Lihatlah, Aku tuhanmu!”
    “Ya, aku tahu.”
    “Kau sembahlah aku.”
    “Itu urusanku. Tuhan kok maksa?”
    “Lho, jadi hamba, kok, ngelawan. Seharusnya kamu patuh!”
    “Wih, ngapain nyiptain saya, kalo gitu.”

    :) refleksi yang menarik.

  1. 1 Tahun Baru, istri baru? « Muslim Romantis

    [...] baru, mau punya istri baru? Wait a minute. Emangnya, kenapa mo cari yang [...]



Leave a Comment