“Lihat daun yang aneh!”
“Ya”
“Beneran, daun ini aneh, lihat…”
“Iya aneh”
“Kau bahkan tak melirik, bagaimana kau tahu ini daun yang aneh”
“Karena kau bilang itu aneh”
“Jadi kau percaya begitu saja, tak berniat untuk memastikannya?”
“Aku percaya”
“Gitu aja???”
********************
Dalam banyak hal kita seringkali menyerahkan kepercayaan akan sesuatu yang kita pandang sebagai kebenaran dengan sesembrono itu.
Mungkin kita perlu duduk dan membuat daftarnya lalu mungkin kita akan terkejut dengan panjangnya “kebenaran-kebenaran” yang kita terima begitu saja, seolah-olah hakikat disajikan diatas tatakan.
Seperti juga halnya postingan ini, ini mungkin hanya tulisan sampah yang dibungkus permainan kata sehingga seolah bermakna, atau ini hanya justifikasi dari absurdnya pikiranku, atau sekedar tulisan ga jelas seperti kebanyakan tulisanku yang lain.
Inilah refleksi akhir tahun seorang aku
-
1
Pingback on Jan 1st, 2008 at 1:32 pm
[...] baru, mau punya istri baru? Wait a minute. Emangnya, kenapa mo cari yang [...]


Desember 31, 2007 at 4:08 pm
dan itu sekaligus menunjukkan tiadanya penghargaan pada orang lain. tanpa bermaksud feodal, bahkan respon pun perlu etika.
**************
inipun sekedar komen seperti komenku terdahulu..
Desember 31, 2007 at 4:29 pm
Maksudnya refkesi diri disini gmana mbak?
Saya percaya kok sama kamu…
Halah…
*dibakar massa*
Desember 31, 2007 at 5:13 pm
kebenaran begitu banyak? atau jalan kebenaran yang begitu banyak.
Kira2 apa yah kaitane dengan ilmul yakin, hakkul yakin dan ainul yakin…
biar bermutu komentku mohon ditanggapi heheh
*ditendang dan terpental ke tahun baru*
Desember 31, 2007 at 5:29 pm
2: sayur sangit

tadinya aku ga point ke situ, tapi ternyata terlalu besar celah yang terpajang ya yur.
thanks
2: praditya
ya refleksi diri ala ordinary
ada banyak list yang harus dikaji ulang, di pertanyakan dan di perbaiki
wish i can do it
2: P kurt
yang manapun pilihan yang dipilih, cahayaNya ada dalam kebenaran, mengenai caranya, menurut saya mungkin itu sebabnya manusia diberi alat untuk memilih (dengan hati, dengan akal, dengan wahdatul wujudnya akal dan hati atau….)
umm.. mengenai kaitan nya dengan ketiganya itu…
akal selalu punya cara untuk meconnect kan juga mendisconnect kannya kan pak
*udah jelas pasti komentku ra mutu*
hayah
gini ni kalau di tatar ma senior
Desember 31, 2007 at 9:26 pm
emang ini akhir taun ya ?? mosok sih..
kebenaran-kebenaran dan keanehan-keanehan daun juga berubah ubah saat ini, esok dan cara pandang…
#yur
dah keliatan cah pinter belon komenku ?
Desember 31, 2007 at 11:20 pm
kebenaran itu relatif… jadi, kebenaran yang dipahami oleh seseorang, tidak dapat dipaksakan pada orang lain…
Januari 1, 2008 at 2:46 pm
hhmm, kadang dt jg kyk gitu…
that’s a bad habit??
mesti diubah yah mbak?????????
*mikir*
Januari 1, 2008 at 10:33 pm
#regsa : pinter… wis ra umum.. *timbang kepaidon*
Januari 2, 2008 at 1:07 pm
mwah mwah…
semoga yang terbaik selalu ada untukmu di tahun baru ini!
Januari 2, 2008 at 3:55 pm
2: regsa
wuih.. regsa tumben pake mode normal
komentnya keren loh.. suer tekewer-kewer
2: suandana
bener… kerelatifan muncul karena kompleksnya akal dalam mencerna. But i do believe, kebenaran absolut itu ada
2: deet
itu tujuan dari evaluasi kan deet
2; sayur sangit
no koment
2: mei
amiiin
Januari 2, 2008 at 5:17 pm
aku percaya padamu, mbak…
pokoknya met tahun baru…
Januari 2, 2008 at 5:26 pm
Saat pertama ledakan besar di lubang kosmos, saya yakin kebenaran merupakan kutukan pertama yang harus di terima manusia..
Jadi meskipun seolah-olah absolut, tetap saja kebenaran itu pada dasarnya sesuatu yang relatif..
*sengaja komen njlimet dan muter2 biar kesannya kayak komen bermutu*
Januari 2, 2008 at 5:50 pm
Ada kata-kata aneh ya??

Januari 2, 2008 at 11:29 pm
sudah minum jamu jadi normal lagi..
*tes..tes..tes*
Januari 3, 2008 at 1:20 pm
hiya..sering ngrasa percayA akan segala hal,dan saya emang terlalu gampang percaYA sama orang lain..
Januari 3, 2008 at 1:21 pm
lupa..HEPI NEW YEAR!!God bless!!
Januari 4, 2008 at 4:58 pm
2: verlita
tengkyu epi niu yier 4 u 2
2: qzink666
*mumet baca komentnya*
bahasanya terlalu tinggi zink, tapi aku kurang setuju kebenaran adalah kutukan, menurutku kebenaranlah penuntun
hayah.. ngomong po ki (bis.. ndak ngeh ma komentmu zink) wkkekekeke
2: om goop
aneh kan om
2: regsa
jamu opo ger? jamu kuat opo jamu galian singset???
2: stey

mari sama2 buat listnya ya stey
pasti lebih dari 1 buku ituh
epi niu yier 4 u 2
Januari 4, 2008 at 5:50 pm
ok aq komen di sini dulu.
“Lihatlah, Aku tuhanmu!”
“Ya, aku tahu.”
“Kau sembahlah aku.”
“Itu urusanku. Tuhan kok maksa?”
“Lho, jadi hamba, kok, ngelawan. Seharusnya kamu patuh!”
“Wih, ngapain nyiptain saya, kalo gitu.”