<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Just Ordinary One</title>
	<atom:link href="http://ordinaryone.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ordinaryone.wordpress.com</link>
	<description>Tentang aku dan ke-aku-anku</description>
	<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 07:14:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>This is it 1001in 2008</title>
		<link>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/10/this-is-it-1001in-2008/</link>
		<comments>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/10/this-is-it-1001in-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 10:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ordinary</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[good bye]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/10/this-is-it-1001in-2008/</guid>
		<description><![CDATA[This is it 1001 in2008
Selama lebih 8 bulan, aku memiliki blog ini. Sebuah media yang pernah membuat aku begitu kecanduan karena hasrat ingin mengetahui seperti apa reaksi individu lainnya terhadap tulisanku, dan tentu juga lebih menghargai tulisanku sendiri, yang tadinya kucerat dimana saja, di organizer, hape, laptop, kompie, buku atau apa sajalah yang memiliki tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">This is it 1001 in2008</p>
<p class="MsoNormal">Selama lebih 8 bulan, aku memiliki blog ini. Sebuah media yang pernah membuat aku begitu kecanduan karena hasrat ingin mengetahui seperti apa reaksi individu lainnya terhadap tulisanku, dan tentu juga lebih menghargai tulisanku sendiri, yang tadinya kucerat dimana saja, di organizer, hape, laptop, kompie, buku atau apa sajalah yang memiliki tempat untuk ditulisi, berserakan kemudian terbuang, tapi dengan adanya blog ini, aku memiliki tempat untuk meletakkan sampah-sampah tadi dalam display yang lebih apik.<span id="more-238"></span></p>
<p class="MsoNormal">Disini, aku menemukan komunitas yang menurutku bisa menerima keanehanku dengan lapang dada :), ya setidaknya aku tak harus melihat wajah-wajah para pengunjung disini yang mengernyit ato pasang tampang ilfil membaca kalimat ga genahku seperti yang acapkali kudapati dari komunitas dunia nyata ku saat aku mulai ngomong dengan mode itu. Menemukan banyak pelajaran dari anda-anda semua -rasanya seperti membaca satu rak penuh buku dari berbagai disiplin ilmu dalam hitungan jam.</p>
<p class="MsoNormal">Dan disinilah aku mulai merekonstruksi hidupku perlahan, menerima diriku dengan sempurna, well, aku bangga dengan keanehanku sekarang, menyadari kalo ini bukan sesuatu yang buruk, ya mang uda eror mo diapain <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal">Tapi shelter ini mulai tak memadai lagi, so..this is it, tiba juga saat mengucapkan selamat tinggal. Tak ada kesedihan saat menulis ini, toh blog ini hanya tempat sampah, jadi takkan ada yang merasa kehilangan sampah. Ya, begitupun…. seburuk-buruknya tempat sampah, dia pernah sangat berguna bagiku jadi tak sampai hati aku membuangnya melalui tombol delete, kutinggalkan saja ia disini agar mudah bagiku, jika sekali waktu aku ingin menziarahinya.</p>
<p class="MsoNormal">Oh ya sekalian minta maaf kepada yang telah memberikan koment di postingan dalam tag my life, semua post dalam tag tersebut dibuang, coz aku ingin membuat makam ini sebagai makam ordinary.<span>  </span></p>
<p class="MsoNormal">Kayaknya segitu ajah, sampai jumpa di “shelter” berikutnya.</p>
<p class="MsoNormal">:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::</p>
<p class="MsoNormal">Ucapan perpisahan special ditujukan kepada anggota arisan mantan preman a.k.a anggota bajak laut a.k.a anggota the criegiest a.k.a final fantasy versi ancur : Gery, Alma and<span>  </span>Mas Liks,<span>   </span>tengkyu..tengkyu..alot <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal">Juga untuk seorang pelari: jawaban Dia yang pegang, keraguan tak pernah menghantar ke tujuan, perjalanan membutuhkan penghentian dan spasi seringkali memberikan makna pada kata, kita telah belajar mengejanya kan?</p>
<p class="MsoNormal">Dan tak ketinggalan buat pendatang terang dan pendatang gelap yang dengan sengaja atau tak sengaja membuang waktunya diblog sampah ini…………. A Big Thanks</p>
<p class="MsoNormal">Oh Ya…. Sekalian Mengucapkan <b>SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1429</b></p>
<p class="MsoNormal">Semoga jasad dan ruh memaknainya sebagai momentum untuk hijrah ke yang lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal">Ciao !!!</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Scan Summary:</p>
<p class="MsoNormal">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p class="MsoNormal">Blog Name<span>                   </span><span>            </span>: http://ordinaryone.wordpress.com</p>
<p class="MsoNormal">Blog Version<span>    </span><span>            </span><span>            </span>: WordPress 2.0</p>
<p class="MsoNormal">Date Created<span>    </span><span>                       </span>: 01 May 2007</p>
<p class="MsoNormal">Post<span>  </span>Signature<span>           </span><span>            </span>: 115 posts</p>
<p class="MsoNormal">Page Signature         <span>  </span><span>            </span>: 4 page, 2 open,1 protect, 1 draft</p>
<p class="MsoNormal">Blog Integrated<span>          </span><span>            </span>: No</p>
<p class="MsoNormal">RSS Subscriber Activated<span>    </span>: No</p>
<p class="MsoNormal">Scaning Time<span>                          </span>: 1/10/2008 7:53:37 AM</p>
<p class="MsoNormal">Status<span>                                      </span>: off</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ordinaryone.wordpress.com/238/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ordinaryone.wordpress.com/238/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ordinaryone.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ordinaryone.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ordinaryone.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ordinaryone.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ordinaryone.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ordinaryone.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ordinaryone.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ordinaryone.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ordinaryone.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ordinaryone.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ordinaryone.wordpress.com&blog=977886&post=238&subd=ordinaryone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/10/this-is-it-1001in-2008/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mayairinn-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ordinary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>- Surat Cinta</title>
		<link>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/10/surat-cinta/</link>
		<comments>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/10/surat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 10:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ordinary</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[good bye]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/10/surat-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Kepada cintaku
 
Go, aku mencintaimu, sungguh. Denganmu aku merasa kuat membentengi aku. Mungkin kau tak kan percaya apa yang akan kukatakan, tak apa, kau bisa mulai dari sekarang. 
Go, apa kau ingat kau seringkali memuji kehebatanku, kecerdasanku? Apa kau juga ingat tawaku yang selalu pecah mendengar kata-katamu itu?. Sebenarnya Go, kau lah yang hebat, karena aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b><span></span></b><i><span>Kepada cintaku</span></i><span id="more-237"></span></p>
<p class="MsoNormal"><i><span> </span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Go, aku mencintaimu, sungguh. </span></i><i><span>Denganmu aku merasa kuat membentengi aku. </span></i><i><span>Mungkin kau tak kan percaya apa yang akan kukatakan, tak apa, kau bisa mulai dari sekarang. </span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Go, apa kau ingat kau seringkali memuji kehebatanku, kecerdasanku? Apa kau juga ingat tawaku yang selalu pecah mendengar kata-katamu itu?. Sebenarnya Go, kau lah yang hebat, karena aku takluk padamu Go, bahkan aku hanya alat bagimu, iya kan Go?</span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Aku tahu kau pasti akan menyangkalnya –aku sangat mengenalmu, lebih dari yang kau tahu. Tak apa-apa Go, aku tak menyalahkanmu, semua kulakukan sebagai bentuk cintaku padamu –aku tahu itu absurd. Lagipula setelah kupikirkan, akulah yang menyebabkan keadaan ini. Yup, aku, akulah yang membuatmu acapkali lolos dari cercaan, akulah yang membuatmu berkelit dari tanggung jawab, dan aku juga yang selalu mencarikanmu celah untuk menghindar. </span>Aku hebat ya Go, eh salah, aku alat yang hebat ya Go.</i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Go, aku mencintaimu, sungguh. Bersamamu aku merasa memiliki kekuasaan. Masa-masa itu Go….hmmmffhhh..betapa menyenangkan, tak ada yang berani mengatur kita, kekuasaan milik kita Go, kekuatan milik kita Go. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Tetap saja menggelitik saat mengingat masa itu. Go, tau gak apa yang paling aku suka darimu? Kesetiaanmu Go! (aku tahu kau pasti terkekeh membacanya tapi itulah yang kurasa). </i><i><span>Saat aku jatuh, saat aku patah, saat aku kalah, kau bersedia menjadi perisaiku, bahkan sebelum kuminta. Tak peduli seberat apapun itu, kau selalu memastikan aku bangkit berdiri, menatap tegak. Dan saat itu, entah seberapa parah keadaannya, aku percaya aku bisa selamat, karena kau disisiku.</span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Go, aku mencintaimu, sungguh. Tapi sayangnya ini bukanlah surat cinta, lucu ya Go, seringkali aku ingin menulis surat cinta kepadamu dan selalu saja tak pernah tertulis lalu sekarang, saat aku mampu menulis yang tertulis bukanlah surat cinta. </span>Go, tak ada yang berubah dengan cintaku kepadamu Go, masih tetap seperti dulu. Namun aku tak bisa membiarkan hubungan ini berlanjut. Go, jika saat ini kau sedang berdiri, duduklah dahulu, aku ingin mengatakan keputusanku. Sudah? </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Go, maaf, hubungan ini harus sampai disini.</i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Tunggu, jangan berhenti membaca dulu, aku akan jelaskan kenapa.</i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Go, kita adalah unsur pembentuk air, H2O. </i><i><span>Engkau Hidrogen dan aku Oksigen, kita serasi bersenyawa. Tak ada yang salah dengan itu, karena itu adalah sinergi, cinta kita yang salah, semacam cinta terlarang kalau meminjam bahasa para pujangga. Sebab cinta itu telah menambahkan energinya kedalam ikatan kita. Efeknya elektron-elektronku menjadi overlapping. Ketidak stabilan adalah mimpi buruk bagi kita, para unsur, tapi bagi senyawa itu adalah kematian. Dan senyawa itu adalah jasad dan ruh tempat kita terdeteksi. Apa kau paham sekarang, kita terperangkap dalam takdir Go. Kita harus tetap menjaga sudut ikatan kita, tidak mendekat dan tidak menjauh. Jika kita memaksakan untuk merapat, senyawa akan mengurai..insan menyebutnya sebagai: mati. Memang sih kita tak ikut mati, tapi kita akan terpisah jauh, kau akan segera naik dengan cepat keudara sementara aku takkan mampu mengikuti langkahmu, aku akan merayap, paling banter aku akan dijodohkan dengan carbon, lalu menghasilkan CO atau CO2. </span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Sepertinya tak ada pilihan lain kan? Sebenarnya ada, tapi aku tahu kau pasti tak suka. Go, pernah kudengar dalam struktur es kita bisa mendapat jarak yang lebih sempit dan rapat dibanding fase cair ini, tapi disana rigid Go, sedangkan kau paling tak suka terkekang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> , jadi sepertinya ini pilihan terbaik ya Go. </span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Go, cintaku, untuk pertama kalinya kuminta buktikanlah cintamu dengan tetap menjaga jarak. Kita akan mulai belajar mencukupkan keadaan, seperti bumi dan bulan, mencintai dalam jarak, di kejauhan. Ego ku, saatnya tiba, janji ya Go jadi anak baik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Salam</span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Logika</span></i></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>==========================</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Berita ga penting:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Buat yang merasa dikirimin sms anonim dari nomer tak dikenal (beuh.. capek-capek aku beli nomer baru, koq ½ dari yang dikirimin bisa nebak siapa pengirimnya&#8230; kenafa??? kenafa???), dengan ini dinyatakan –ya walau udah ketauan, bahwa pengirim sms itu adalah diriku. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><i>:::This is the rule, No asking just answer. I got something bother my mind. What is more important to keep the connection or to keep the feel::::</i></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Dan responden menjawab: Feel, Just keep the feel, Follow ur feel, feel absolutely …kecuali satu orang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , aku dah duga kamu pasti pilih opsi itu, aku setuju ma kamu dalam kasus tertentu (:hubungan, relasi, cinta) jauh lebih bijak dan jauh lebih berat memilih to keep the connection dibanding keep the feel, kalo kata Oracle dalam film Matrix: <i>Love is a word what is more important is to keep the connection</i>.</p>
<p class="MsoNormal">But this case, Feel seems better option, ini keputusan propesional, halah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><i>:::Same rule, no asking just answer. U choose the feel but the consequent is the past memory banished, keep move or stay?:::</i></p>
<p class="MsoNormal">Dan responden menjawab:<span>  </span>keep moving, I choose to keep move, MOVE!!!&#8230; dan kembali orang yang sama menjawab beda: Mostly human are blend in their own cause so still calm in any conditions (bahasa linggis kita sama belepotannya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> ) no koment lah buat yang ini</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Makasih buat pendapat yang terpaksa ituh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal">So jadilah this is it</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ordinaryone.wordpress.com/237/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ordinaryone.wordpress.com/237/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ordinaryone.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ordinaryone.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ordinaryone.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ordinaryone.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ordinaryone.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ordinaryone.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ordinaryone.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ordinaryone.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ordinaryone.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ordinaryone.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ordinaryone.wordpress.com&blog=977886&post=237&subd=ordinaryone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/10/surat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mayairinn-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ordinary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NightOnTheHighInvisibleNegotiationGame</title>
		<link>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/09/nightonthehighinvisiblenegotiationgame/</link>
		<comments>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/09/nightonthehighinvisiblenegotiationgame/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 08:33:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ordinary</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Complex]]></category>

		<category><![CDATA[My Contemplation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/09/nightonthehighinvisiblenegotiationgame/</guid>
		<description><![CDATA[            1
Menembus jatuh pertahanan, menyisakan lubang ½ depa belikat yang koyak. Aliran adalah darah. Nyeri yang tak mampu mengernyit, ini jauh di ambang batas kemampuan. Apalah arti kesadaran jika sengal yang terburu menjadi tuan. Lupakan bahasa, teriakan tak bisa menyentuhnya. Hanya ada cinta dan rindu teramat sangat pada mati rasa&#8230;. pada mati rasa.
    [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span></span><span></span><span><b>            1</b></span><span id="more-236"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Menembus jatuh pertahanan, menyisakan lubang ½ depa belikat yang koyak. Aliran adalah darah. Nyeri yang tak mampu mengernyit, ini jauh di ambang batas kemampuan. Apalah arti kesadaran jika sengal yang terburu menjadi tuan. Lupakan bahasa, teriakan tak bisa menyentuhnya. </span><span>Hanya ada cinta dan rindu teramat sangat pada mati rasa&#8230;. pada mati rasa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><b>                    2</b></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ada kalimah memanggil, resonansi teduh dan ganjil. Kembali!!. Tapi kemana? Jalan pulang dan jalan menuju, pekat di jinjing karam. Menggigiti serabut harapan, semakin menghambar. Ribuan ayat berceceran di lantai, layu, mati disengat bisa fatwa-fatwa angkuh. Terpatah jiwa di azzam, meracau mantra. Tuntun aku menuju cahaya!!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><b>                3</b></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Igauan memandu tidur yang patah hati ditinggal mimpi. Menziarahi makam-makam keinginan, mati muda, mati sia-sia. Kegelisahan meraja, ada kosong menganga. Penuhi dia..penuhi dia!! Seperti ribuan gasing dengan daya sentrifugalnya, puting beliung dalam skala mikro. </span>Terjebak&#8230;lelah…meringkuk…diam.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Bedroom, 02 AM</p>
<p class="MsoNormal">High in chaos</p>
<p class="MsoNormal">High in zen</p>
<p class="MsoNormal">High in ….</p>
<p class="MsoNormal">Night</p>
<p class="MsoNormal">On</p>
<p class="MsoNormal">The</p>
<p class="MsoNormal">High</p>
<p class="MsoNormal">Invisible</p>
<p class="MsoNormal">Negotiation</p>
<p class="MsoNormal">Game</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ordinaryone.wordpress.com/236/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ordinaryone.wordpress.com/236/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ordinaryone.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ordinaryone.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ordinaryone.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ordinaryone.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ordinaryone.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ordinaryone.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ordinaryone.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ordinaryone.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ordinaryone.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ordinaryone.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ordinaryone.wordpress.com&blog=977886&post=236&subd=ordinaryone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/09/nightonthehighinvisiblenegotiationgame/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mayairinn-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ordinary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat terbuka</title>
		<link>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/08/surat-terbuka/</link>
		<comments>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/08/surat-terbuka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 07:33:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ordinary</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Complex]]></category>

		<category><![CDATA[My Contemplation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/08/surat-terbuka/</guid>
		<description><![CDATA[Surat terbuka kepada seorang aku –Pencari di entry level:
Alam menuntunmu mencari jawaban yang kau pertanyakan dalam gelisah tidurmu. Sayang sekali keadaanmu malah mirip seperti laron yang tertarik cahaya, mendekat dalam arah sempurna tapi tak mengerti makna. Hanya jasadmu yang hadir disini, ruhmu entah kemana ia pergi mengembara.
Selayaknya mushaf yang dipegang ahli Tahqiq,  ayat demi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Surat terbuka kepada seorang aku –Pencari di entry level:</p>
<p class="MsoNormal">Alam menuntunmu mencari jawaban yang kau pertanyakan dalam gelisah tidurmu. Sayang sekali keadaanmu malah mirip seperti laron yang tertarik cahaya, mendekat dalam arah sempurna tapi tak mengerti makna. Hanya jasadmu yang hadir disini, ruhmu entah kemana ia pergi mengembara.<span id="more-235"></span></p>
<p class="MsoNormal">Selayaknya mushaf yang dipegang ahli Tahqiq,  ayat demi ayat selalu inklusif dalam cacahan cerita. Berkesesuaian di khususnya keadaan.<span>  </span>Bagaimana bisa kau tegakkan kalimah tanpa wahdatul wujud antara akal dan hati. Begitu banyak yang datang, begitu banyak yang terbuang.<span>  </span>Makna tercerat lalu tersia, mengerucut lalu menghampa.</p>
<p class="MsoNormal">Pun jika kau bukanlah orang yang dipilihNya <b><i><span> </span>:::: </i></b><i>“Dan Allah menentukan rahmatNya kepada orang yang dia kehendaki”</i> <i>Surah Al Baqarah:105<b>::::</b></i><span>  </span>kau bisa mengandalkan janjiNya yang Maha Sempurna<span>  </span><b><i>:::: </i></b><i>Surah Al A’raf:56 “ Sungguh rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”<b>::::</b></i></p>
<p class="MsoNormal">Karena telah teranglah hukumnya: <i>Hanya kepada kehendak Allahlah bersandar segala sesuatu dan bukan kehendak Allahlah yang bersandar kepada sesuatu.</i></p>
<p class="MsoNormal">Tidakkah itu melegakan, mengetahui keputusan dipegang Zat yang Maha Adil dan bukan ditangan kita. Sebab tak terbayangkan kehancuran seperti apa yang dibuat khalifah Allah dimuka bumi ini, jika kehendak mutlak ada ditangannya.</p>
<p class="MsoNormal"><span>Jadi, hadapkan jasad dan ruhmu menempuh perjalanan ini, segera </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sekedar mengingatkan, kau memegang akses limited time based, 3 windu telah terpakai&#8230;sepertinya tak banyak sisanya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>== &#8230; ==</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>== &#8230; ==</span></p>
<p class="MsoNormal"><i><span> </span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Jujur ga kusangka secepat ini, aku kembali <span> </span>menjejak dalam mode kontemplasi ga jelas ini. Entah apa aku udah cukup siap untuk melewatinya lagi (terakhir kali begini aku ngedrop, chasis carry engine ferrari di medan humvee d’oh). Tadinya aku menduga perjalanan om Dana lah yang akan menarikku, waktu si om mulai menatahkan perjalanan jenarnya<span>  </span>tapi sepertinya Fun Brontoknya B Zal bekerja lebih awal. Mudah-mudahan bisa mengikuti langkah mereka.. Amiin<span></span></span></i><span style="font-size:8pt;"><br />
</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ordinaryone.wordpress.com/235/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ordinaryone.wordpress.com/235/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ordinaryone.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ordinaryone.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ordinaryone.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ordinaryone.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ordinaryone.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ordinaryone.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ordinaryone.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ordinaryone.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ordinaryone.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ordinaryone.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ordinaryone.wordpress.com&blog=977886&post=235&subd=ordinaryone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/08/surat-terbuka/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mayairinn-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ordinary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Duh,</title>
		<link>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/07/duh/</link>
		<comments>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/07/duh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 07:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ordinary</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My Contemplation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/07/duh/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan sabit pucat pasi menggantung dilangit dalam frame hitam putih yang didekap sunyi. Desir angin memanggil kenangan berkumpul, mengadakan kenduri, sebuah perhelatan sederhana. Kata-kata pun mulai mengalir, fasih menatah kalimat, menyebab sungai beriak mencari muara. Pun begitu, bisakah begini? Berderetan, berjejalan, pertanyaan masuk berhamburan. Aku gemetar.
Duh, kubuka pintu lalu ku takut dengan cahaya yang menyergap. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span>Bulan sabit pucat pasi menggantung dilangit dalam frame hitam putih yang didekap sunyi. Desir angin memanggil kenangan berkumpul, mengadakan kenduri, sebuah perhelatan sederhana. Kata-kata pun mulai mengalir, fasih menatah kalimat, menyebab sungai beriak mencari muara. Pun begitu, bisakah begini? Berderetan, berjejalan, pertanyaan masuk berhamburan. Aku gemetar.</span><span id="more-234"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Duh, kubuka pintu lalu ku takut dengan cahaya yang menyergap. Beringsut mundur? betapa pengecut jiwa ini -kumau petuah bersahaja menghardik ruh, atau mungkin kupilih memeluk cacian saja biar meretak ego dalam bisa nya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Begitu ingin.. begitu takut&#8230;</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ordinaryone.wordpress.com/234/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ordinaryone.wordpress.com/234/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ordinaryone.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ordinaryone.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ordinaryone.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ordinaryone.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ordinaryone.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ordinaryone.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ordinaryone.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ordinaryone.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ordinaryone.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ordinaryone.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ordinaryone.wordpress.com&blog=977886&post=234&subd=ordinaryone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/07/duh/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mayairinn-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ordinary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Metamorfosis Bidadari yang Terluka</title>
		<link>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/03/metamorfosis-bidadari-yang-terluka/</link>
		<comments>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/03/metamorfosis-bidadari-yang-terluka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 07:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ordinary</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Complex]]></category>

		<category><![CDATA[My Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/03/metamorfosis-bidadari-yang-terluka/</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin diingat seperti ini dik. Kata-kata itu terlepas begitu saja dari bibirnya. Perlu beberapa saat bagi otakku untuk membaca arahnya. Pandangannya menerawang, jemarinya kaku dan punggung yang tegang, mengatakan kalau ia tengah berdamai dengan hatinya.
Sejenak kami saling diam, menjelajahi pikiran masing-masing. Kukumpulkan satu persatu byte-byte informasi yang ditumpahkannya dengan datar. Seorang wanita usia 30an, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span></span><span>Aku ingin diingat seperti ini dik. </span><span id="more-224"></span><span>Kata-kata itu terlepas begitu saja dari bibirnya. Perlu beberapa saat bagi otakku untuk membaca arahnya. Pandangannya menerawang, jemarinya kaku dan punggung yang tegang, mengatakan kalau ia tengah berdamai dengan hatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sejenak kami saling diam, menjelajahi pikiran masing-masing. Kukumpulkan satu persatu byte-byte informasi yang ditumpahkannya dengan datar. Seorang wanita usia 30an, cantik, lembut dengan semangat dan ketegaran yang luar biasa, mengurai sebagian kisah hidupnya sebagai istri pertama dari 3 koleksi suaminya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dia marah? Iya, Dia terluka? Iya. Tapi apakah dia mengeluarkan serapah? Engga, Dia bermasam didepan suaminya? Engga, Dia bersikap antipati pada madunya? Engga. Dia berhasil merefleksikan ibu peri dalam dunia nyata, walaupun yang kulihat adalah bidadari yang terluka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mungkin dia ga suka dengan caraku, menatap lekat matanya, karena dia segera mengalihkan pembicaraan. </span><span>Sayangnya keakuanku terlanjur meradang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><i>“Mbak, beda tipis antara baik dan bodoh!”</i></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dia terkejut, aku juga, tak kuduga kalimat itu segera dieksekusi oleh otakku sebelum sempat dihaluskan. Aku menyesal, aku merasa mencungkil lukanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><i>”Maaf ya mbak, aku ga bermaksud&#8230;”</i></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><i>”Gapapa&#8230; kenyataan seringkali jauh dari harapan kita kan?”</i></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><i>”Tapi kita kan punya pilihan” balasku dengan nada ga puas.</i></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><i>”Mbak udah memilih”</i></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Aku terdiam, benar, dia udah memilih dan sekarang dia tengah menjalankan konsekuensinya. Dia menerima takdirnya sebagai <a href="http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/08/ekskresi-keakuanku-beta-version/" target="_blank">Pemberi</a> dengan sangat baik, entah dia menyadarinya atau enggak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><i>”Dik, saat kamu makin dewasa, memiliki keluarga, prioritasmu berubah. Hal yang penting dan ga penting, juga ikut berubah. Sekarang mungkin kamu belum bisa memahaminya.. ada saatnya”</i></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><i>”Tapi itu gak adil mbak!!”</i></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dia hanya tersenyum, menghilang sebentar dibalik gorden lalu kembali dengan membawa setoples kue kering. <i>”Tergantung dari mana kita memandangnya”</i> jawabnya sambil menawarkan kue buatannya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kuambil satu tapi ga bisa kumasukkan ke mulut, aku menunggu penjelasannya. <i>”Maksudnya?”</i></span></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>”Saat kami menikah, takdir mas dan mbak bertemu tapi kami tetap memiliki takdir masing-masing, bukannya menjadi satu gitu”</span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>”Mbak memandang keadaan ini adalah takdir mbak, perjalanan yang dipilihkan Allah, kalau mbak bisa melewatinya mbak akan mendapatkan balasan yang setimpal. Bukankah Allah Maha Tahu segalanya?”</span></i></p>
<p class="MsoNormal"><span><i>”Kalau surga sebagai balasannya, apa menurutmu keadaan ini setimpal?”</i></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Bam!!! Keakuanku luruh seketika. Sekarang aku bisa melihat permainan yang dimainkannya. Jauh lebih tinggi, ya tentu saja itu sebanding dengan reward yang ditawarkannya. Tadinya aku pikir dia ga tau kemampuan dan di level apa dia <a href="http://ordinaryone.wordpress.com/2007/11/26/kembalinya-dari-toilet/" target="_blank">bermain</a>. Aku salah, dia jauh diatas aku, dia menguasai permainan ini dengan baik karena dia punya strategi yang jelas untuk itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Aku kagum padanya, caranya bermain, kemampuannya. Well, actually kupikir itu memang strategi terbaik, <b>memberi dan bukan berkorban</b>. Dia memberikan seluruhnya bukan mengharap pasangannya akan melakukan hal yang sama karena dia paham bukan pasangannya jurinya, dia sadar reward yang diinginkannya bukan pasangannya yang memegang kuasanya. Kurevisi pendapat awalku, sekarang aku justru kasihan pada suaminya, lelaki itu telah ketinggalan banyak.</span></p>
<p class="MsoNormal">Aku meninggalkan rumahnya dengan perasaan nyaman, entah kenapa tiba-tiba aku merasa tercerahkan. It&#8217;s a wonderful day</p>
<p class="MsoNormal">.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Mbak, U R amazing, hanya orang idiot yang ga bisa liat cahayamu, tetap bersinar mbak, cahayaNya akan menuntun cahayamu. I do believe it </span></i></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ordinaryone.wordpress.com/224/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ordinaryone.wordpress.com/224/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ordinaryone.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ordinaryone.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ordinaryone.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ordinaryone.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ordinaryone.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ordinaryone.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ordinaryone.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ordinaryone.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ordinaryone.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ordinaryone.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ordinaryone.wordpress.com&blog=977886&post=224&subd=ordinaryone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ordinaryone.wordpress.com/2008/01/03/metamorfosis-bidadari-yang-terluka/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mayairinn-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ordinary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertanyakan lagi</title>
		<link>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/31/pertanyakan-lagi/</link>
		<comments>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/31/pertanyakan-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 09:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ordinary</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Complex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/31/pertanyakan-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[“Lihat daun yang aneh!”
“Ya”
“Beneran, daun ini aneh, lihat…”
“Iya aneh”
“Kau bahkan tak melirik, bagaimana kau tahu ini daun yang aneh”
“Karena kau bilang itu aneh”
“Jadi kau percaya begitu saja, tak berniat untuk memastikannya?”
“Aku percaya”
“Gitu aja???”
********************
Dalam banyak hal kita seringkali menyerahkan kepercayaan akan sesuatu yang kita pandang sebagai kebenaran dengan sesembrono itu.
Mungkin kita perlu duduk dan membuat daftarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">“Lihat daun yang aneh!”<span id="more-226"></span></p>
<p class="MsoNormal">“Ya”</p>
<p class="MsoNormal">“Beneran, daun ini aneh, lihat…”</p>
<p class="MsoNormal">“Iya aneh”</p>
<p class="MsoNormal">“Kau bahkan tak melirik, bagaimana kau tahu ini daun yang aneh”</p>
<p class="MsoNormal">“Karena kau bilang itu aneh”</p>
<p class="MsoNormal">“Jadi kau percaya begitu saja, tak berniat untuk memastikannya?”</p>
<p class="MsoNormal">“Aku percaya”</p>
<p class="MsoNormal">“Gitu aja???”<!--more--></p>
<p class="MsoNormal">********************</p>
<p class="MsoNormal"><i>Dalam banyak hal kita seringkali menyerahkan kepercayaan akan sesuatu yang kita pandang sebagai kebenaran dengan sesembrono itu.</i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Mungkin kita perlu duduk dan membuat daftarnya lalu mungkin kita akan terkejut dengan panjangnya “<b>kebenaran-kebenaran</b>” yang kita terima begitu saja, seolah-olah hakikat disajikan diatas tatakan.</i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Seperti juga halnya postingan ini, ini mungkin hanya tulisan sampah yang dibungkus permainan kata sehingga seolah bermakna, atau ini hanya justifikasi dari absurdnya pikiranku, atau sekedar tulisan ga jelas seperti kebanyakan tulisanku yang lain.</i></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Inilah refleksi akhir tahun seorang aku</p>
<p class="MsoNormal"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ordinaryone.wordpress.com/226/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ordinaryone.wordpress.com/226/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ordinaryone.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ordinaryone.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ordinaryone.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ordinaryone.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ordinaryone.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ordinaryone.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ordinaryone.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ordinaryone.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ordinaryone.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ordinaryone.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ordinaryone.wordpress.com&blog=977886&post=226&subd=ordinaryone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/31/pertanyakan-lagi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mayairinn-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ordinary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komunitas Ijo Semangka</title>
		<link>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/28/komunitas-ijo-semangka/</link>
		<comments>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/28/komunitas-ijo-semangka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 07:42:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ordinary</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/28/komunitas-ijo-semangka/</guid>
		<description><![CDATA[Sore meluruh di kota Medan, dilangit yang sepi oleh awan sekumpulan alap-alap sibuk berceloteh dalam perjalanan menuju sarang.
”Keren yah”
”Biasa aja” sahutmu sambil terus menekan keypad ponselmu
Ah ya aku lupa perhatianmu pasti tertuju pada smsnya dan membalas smsnya. Kembali kupandangi alap-alap diatas sana, sepertinya mereka terbang dalam formasi yang bebas, tak ada pola, random, acak. Apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Sore meluruh di kota Medan, dilangit yang sepi oleh awan sekumpulan alap-alap sibuk berceloteh dalam perjalanan menuju sarang.<span id="more-232"></span></p>
<p class="MsoNormal">”Keren yah”</p>
<p class="MsoNormal">”Biasa aja” sahutmu sambil terus menekan keypad ponselmu</p>
<p class="MsoNormal">Ah ya aku lupa perhatianmu pasti tertuju pada smsnya dan membalas smsnya. Kembali kupandangi alap-alap diatas sana, sepertinya mereka terbang dalam formasi yang bebas, tak ada pola, random, acak. Apa komunitas mereka tanpa hirarki? <span>Heh, pertanyaan gak penting juga.. umm.. tapi&#8230; kalau benar begitu, kedengarannya menyenangkan. Ya bukankah menyenangkan tak ada pengkotak-kotakan, tak ada istilah elit dan biasa, warga kelas satu atau kelas dua. Lah koq malah mikir serius gini sih, ini kan liburan, waktu untuk refreshing.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Uhh, lama banget sih balesnya” </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kulirik makhluk disebelahku lalu tertawa pelan demi melihat gayanya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Kok ketawa sih, aku lagi sebel nih. Bikin bete aja”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Iya, sorry, ya sabar dikit napa non. Pangeranmu bakal bales kok. Ya kalau&#8230;” sengaja kugantung kalimatku, aku ingin melihat reaksinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Kalau apa?!” cecarmu dengan tak sabar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Ya kalau pulsanya ada..hehehe.. jayus yah”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Sangat” sambarmu dengan bibir manyun</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Mang sms penting ya? Ya kalau penting telpon aja, napa juga nunggu smsnya”<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Ya engga juga, cuman nanya dia gi dimana sekarang, tapi ga dibales-bales”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dan aku pun melongo, beuh, ternyata cuma&#8230;.., aneh hal remeh gini bisa bikin manyun. Sutra lah, tau apa aku soal cinta-cintaan gini, urusan mereka lah, pikirku sambil kembali memandangi aksi para alap-alap.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Eh, ngomong-ngomong gimana perkembangan hubunganmu dengan si Jenius itu?” </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pertanyaanmu mengusik konsentrasiku, ”Si Jenius?” tanyaku balik</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Halah, pura-pura lagi, semua juga dah pada tau lagi,so&#8230;??”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“So, apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Kapan jadian!!! Udah terima aja napa”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Aku kan dah bilang aku ga tertarik pacaran”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Ah kau, selalu gitu ga berubah-berubah juga, sampe kapan sih mo terus-terusan gini. Ingat umur non”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Aku gak bisa lagi menahan geli, ya ya ya, satu lagi yang bersemangat mengikuti olimpiade musim <s>panas</s> kawin. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Kenapa ketawa?” </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Gak, cuma lucu aja”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Lucu?apanya?” </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Kalimat terakhirmu itu, yang pacaran dan ingat umur itu, heheheh”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Iya apanya yang lucu”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Well, kedengaran seperti sebuah keterpaksaan ya, lebih kepada kebutuhan memiliki status dan menutup mulut-mulut usil disekitar daripada esens dari pernikahan itu sendiri”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Apa sih?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Kamu tau apa maksud aku kan”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Bukan gitu, kita kan harus realistis, kan kau tau sendiri jumlah cewek itu lebih banyak dari cowok, jadi kenapa membuang kesempatan emas, kalau pergi susah lo cari gantinya”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Aku dah duga kamu pasti ngomong gitu. Ini realistis dalam pemikiranku, jumlah cewek lebih besar dari cowok, iya. Secara statistik mungkin rasionya 6 cewek banding 1 cowok. Kita buat lebih ekstrim, ambil patokan ½ dari patokan Alqur’an, 10:1, okey. Kedengarannya mengerikan?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”&#8230;.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”But, kamu harus masukkan faktor lainnya. Dari 10 itu berapa yang memiliki range usia ga jauh amat dengan si cowok itu, kita ambil secara kasar aja, ½ nya berarti ada 5. Dari 5 itu, berapa orang yang memiliki derajat yang sama, maksud aku, tingkat pendidikan, agama, latar belakang keluarga, kecocokan sifat dan pemikiran. Kita ambil 3 orang, jadi kita dapat rasio baru 3:1. Apa itu realistis menurutmu?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Tetap aja kan”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Gals, ini cuma hitungan matematika aja, kemungkinan besar enggak linier dengan kenyataan. Aku cuma mo bilang ketakutan dan stigma yang beredar itu terlalu dibesar-besarkan, terlalu lateral. Ga percaya liat aja sekelilingmu banyak juga kan cowok-cowok jomblo, ya kan? Perasaan bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan. Yang enggak realistis itu adalah mengejar sesuatu yang kosong.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span></span><span>“Trus napa kau ga mo pacaran?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Wkakaka, mang pacaran satu-satunya jalan untuk menikah?eh biar kedengaran lebih agamis, apa pacaran jalan yang dibenarkan untuk menuju pernikahan? Entah menurutmu, menurutku menikah adalah tujuan tapi cara mencapai tujuan juga ga kalah penting. Seperti banyak hal baik lainnya, menikah gak mengikuti hukum Hess* . </span><span>Ya bukan karena apa-apa karena menikah bukanlah titik akhir, cuma posisi baru dari siklus hidup”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Auk ah gelap, aku pusing dengerin omonganmu”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Hehehe, aku juga. Inti omonganku yang ga jelas itu sebenarnya gini. Menikah itu ibadah, jadi luruskan niatmu. Berusaha mencari jodoh adalah mutlak tapi perhatikan rambu yang udah disediakan, mencari pacar, gebetan sana sini, puasa senin kamis, sholat istikharah sholat tahajjud apalagi ya mandi bunga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> terserah asal jangan kebablasan”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Ya, aku ngerti”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Berarti kamu ngerti juga kalau pesta besar-besaran itu gak wajib, puasa senin kamis itu gak hanya biar enteng jodoh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Iya iya. Kau tuh mang paling bisa kalau nyrocos ”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Lah&#8230; yah terserahlah, asal jangan duluan nyampe undanganku daripada undanganmu”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Apa!”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>”Hwehehehehe, udah dah azan tuh, maghrib dulu”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>========================</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>* Hukum Hess, biasa digunakan dalam penentuan entalpi suatu reaksi kimia : Energi total suatu reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi tapi bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir reaksi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dedicated buwat yang sedang mencari pasangan hidupnya –sory yang cuman niat pacaran ga termasuk <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> <span>  </span>apa tuh istilahnya ijo semangka ya, aku lupa nemu di blog siapa istilah itu. Ijo semangka= Ikatan jomblo semangat kawin</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ayo-ayo segera mendaftar, yang berminat menjadi panitia dan yang berminat jadi peserta. Aku jadi moderatornya aja, kan lumayan bisa menyortir ”barang” bagus. Hwehehehe *senyum mesum*</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ordinaryone.wordpress.com/232/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ordinaryone.wordpress.com/232/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ordinaryone.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ordinaryone.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ordinaryone.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ordinaryone.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ordinaryone.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ordinaryone.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ordinaryone.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ordinaryone.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ordinaryone.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ordinaryone.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ordinaryone.wordpress.com&blog=977886&post=232&subd=ordinaryone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/28/komunitas-ijo-semangka/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mayairinn-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ordinary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siluet Hujan</title>
		<link>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/24/siluet-hujan/</link>
		<comments>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/24/siluet-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 08:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ordinary</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/24/siluet-hujan/</guid>
		<description><![CDATA[Ada siluet hujan di bawah lampu jalan. Garis tipis memotong udara, berebutan menyentuh bumi. Hampir pukul delapan malam, belum ingin pulang. Ingin menikmati rasa ini, berbagi dengan gerimis. Menengadah, mengucap salam pada setiap tetes yang menyentuh dahi, hidung dan pipiku. 
Tapi kulihat gerimis begitu sabar mendengarkan setiap kalimat yang dibawa udara dalam bentuk resonansi bunyi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span>Ada siluet hujan di bawah lampu jalan. Garis tipis memotong udara, berebutan menyentuh bumi. Hampir pukul delapan malam, belum ingin pulang. </span><span id="more-231"></span><span>Ingin menikmati rasa ini, berbagi dengan gerimis. Menengadah, mengucap salam pada setiap tetes yang menyentuh dahi, hidung dan pipiku. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tapi kulihat gerimis begitu sabar mendengarkan setiap kalimat yang dibawa udara dalam bentuk resonansi bunyi ke gendang telinga. Jadi kuikuti langkah gerimis, belajar mendengarkan. Bukan sekedar mendengar tapi juga membaca makna dan belajar mengolahnya menjadi pembelajaran. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ada rindu yang terburai, tatapan sendu yang datar, patahan senyum yang kaku juga selidik yang nakal, saling berbagi cerita, mengacuhkan aku yang duduk sendiri memandangi mereka riuh bercerita. Dari anekdot mengeja cerita hingga tragedi mengundang trauma, begitu kaya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ribuan detik terbunuh, malam menua tapi mereka masih asyik bercerita. Sungguh aku masih ingin berada disana, diantara mereka, menemukan lebih banyak teka-teki dan jawaban, sayang penat telah membajak pikiran dengan sempurna. Pukul sembilan lebih 10 menit, kulalui jalan pulang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ini malam yang biasa untuk seorang biasa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Another postingan ga genah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>==============</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Btw&#8230;&#8230;&#8230;..siluet hujan dibawah lampu jalan itu indah. Nyala lampu Na dari lampu jalan akan tergiris halus dalam ritme tertentu oleh gerimis. Sesekali akan terjadi perubahan sudut oleh angin. Entah kenapa aku malah memvisualisasikannya menjadi ribuan jarum halus menari diudara *pikiran yang aneh* <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ordinaryone.wordpress.com/231/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ordinaryone.wordpress.com/231/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ordinaryone.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ordinaryone.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ordinaryone.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ordinaryone.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ordinaryone.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ordinaryone.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ordinaryone.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ordinaryone.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ordinaryone.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ordinaryone.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ordinaryone.wordpress.com&blog=977886&post=231&subd=ordinaryone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/24/siluet-hujan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mayairinn-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ordinary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBU</title>
		<link>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/22/hari-ibu/</link>
		<comments>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/22/hari-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 06:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ordinary</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/22/hari-ibu/</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Hari Ibu
Maafkan aku ma, aku pemberontak, dan aku minta maaf atas kekurang ajaran itu. Maafkan aku ma, karena bersedia menempuh jalan terjalku sendiri. Maafkan aku ma, aku tak bisa menjadi sewarna dengan yang lain. Tapi jangan tanyakan kenapa, seharusnya engkau lebih memaklumi itu daripadaku. Bukankah ini keputusan pa dan ma yang memilih melepaskan aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Selamat Hari Ibu<span id="more-230"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Maafkan aku ma, aku pemberontak, dan aku minta maaf atas kekurang ajaran itu. </span>Maafkan aku ma, karena bersedia menempuh jalan terjalku sendiri. Maafkan aku ma, aku tak bisa menjadi sewarna dengan yang lain. Tapi jangan tanyakan kenapa, seharusnya engkau lebih memaklumi itu daripadaku. Bukankah ini keputusan pa dan ma yang memilih melepaskan aku dini, 11 tahun, untuk mencoba cangkang dewasa, mengurus hidupku sendiri. Tak ingatkah engkau ma, betapa aku pernah mengiba untuk tidak meninggalkan aku sendiri, tapi kalian hanya berkata, aku sanggup<span>  </span>maka teruskanlah. Tak ingatkah kau ma, deretan panjang pertanyaan kenapa dan kalian hanya berkata, aku anak yang kuat, teruskanlah. Dan aku pegang janjiku ma, aku tak menangis, aku berdiri ma, sendiri, memilih perisaiku, memilih senjataku, membangun bentengku, dan aku survive dengan itu selama ini. Kemudian ketika takdir kembali mengharuskan aku pulang didekatmu, engkau tercengang melihat betapa kerasnya aku. Aku minta maaf tentang itu ma. Maafkan karena aku telah memilih warnaku sendiri, telah memilih jalanku sendiri, satu-satunya hal yang menghalangi aku untuk pergi adalah ikatan ini, engkau tak bisa melepaskanku sebelum melihat teman perjalananku, dan aku tak bisa meninggalkanmu sebelum memastikan saudaraku memakai baju zirahnya, menggantikanku. Tak ada yang kusesali dari fragmen itu, kupahami sekarang, itu yang terbaik untuk membentukku. Itu sebabnya ma, kuletakkan setingginya penghormatan dan kekagumanku akan ketegaran perjuanganmu. Kerut itu adalah saksi dari keberanian dan keikhlasanmu.</p>
<p class="MsoNormal">Engkau adalah tiang kami ma, tiang yang telah kehilangan pasangannya, dan aku hanya batu, mengganjal ketimpangan itu, keberadaanku memiliki batas hingga tunas-tunas itu cukup kuat memangku bebannya. Tapi engkau telah mengabdikan sisa hidupmu untuk kami. Tak kuragukan ketegaran dan kehebatanmu untuk tetap tegak seperti ini, tidak pernah sedetikpun, engkau luar biasa ma. Ketegaranmu megilhami ku untuk tak pernah berkata putus asa dan selalu bangkit mencoba.</p>
<p class="MsoNormal">Ma, kutahu aku berhutang banyak atas setiap tetes air mata yang turun karena tingkahku. <span> </span>Maaf mengecewakanmu ma, kumohon ribuan maaf, tapi seperti halnya pertengkaran kita yang selalu berakhir dengan ciuman takzim kepadamu, kugurat janji bersetia menjagamu.</p>
<p class="MsoNormal">==== <b><i>Untuk mamaku, the best warrior world ever had.</i></b>====</p>
<p class="MsoNormal">==== <i>I Love U Mom, </i><i>I wish U Enjoy the </i><i>holiday</i><i> mom, sorry can&#8217;t give much</i>====</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">*deretan kata-kata yang berjejalan tapi tak bisa kubariskan*</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ordinaryone.wordpress.com/230/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ordinaryone.wordpress.com/230/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ordinaryone.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ordinaryone.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ordinaryone.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ordinaryone.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ordinaryone.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ordinaryone.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ordinaryone.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ordinaryone.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ordinaryone.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ordinaryone.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ordinaryone.wordpress.com&blog=977886&post=230&subd=ordinaryone&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ordinaryone.wordpress.com/2007/12/22/hari-ibu/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mayairinn-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ordinary</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>